BMT Jadi Solusi Umat Jauhi Riba

Bandar Lampung, 29 Rabi’ul Akhir 1437 / 8 Februari 2016 (MINA) –  Menjamurnya keberadaan Baitul Mal Wat Tamwil (BMT) diharapkan bisa betul-betul menjadi solusi bagi umat untuk menjauhi perangkap riba’.

Demikian dikatakan Amir Syubban (Pemuda-red) Jama’ah Muslimin (Hizbullah), Anshorullah di hadapan puluhan peserta Rapat Anggota Tahunan (RAT) Koperasi Simpan Pinjam dan Pembiayaan Syariah (KSP-PS) BMT Binafitya, di Dwi Dharma, Negararatu, Natar, Lampung Selatan, Senin, (8/2).

Menurutnya, kehadiran BMT bisa bermanfaat dilihat dari dua aspek, yakni aspek syariah dan aspek pemberdayaan umat.

“Dari aspek syariah, diharapkan BMT menjadi solusi bagi umat untuk meninggalkan riba dengan segala perangkapnya, sementara dari segi pemberdayaan umat diharapkan bisa menjadi solusi bagi umat untuk meningkatkan kesejahteraan, “ ujarnya.

Lebih lanjut, Anshor mengatakan para pengurus BMT untuk meningkatkan kualitas pelayanan dan lebih berhati-hati dalam menjalankan transaksi sesuai syariah sehingga bisa berkembang pesat.

“Ke depan diharapkan tidak hanya di Lampung tapi di seluruh provinsi se-Indonesia akan ada nasabah Binafitya sehingga menyejahterakan pemuda Jama’ah Muslimin (Hizbullah) dan umat Islam pada umumnya,” ujarnya.

Direktur, BMT Binafitya, Basuki, pada kesempatan yang sama mengatakan tiga tahun berjalan BMT Binafitya terus berusaha berkembang mandiri di tengah tawaran modal dari pihak lain, maka dibutuhkan peran aktif pemuda untuk mengembangkan BMT sebagai solusi umat meninggalkan riba.

“Kami berharap ke depan BMT Binafitya ini berkembang atas peran pemuda Jama’ah Muslimin (Hizbullah) yang bersama-sama menjadi anggota, nasabah, dari kita untuk kita. Bukan tidak ada tawaran modal dari pihak ketiga. Namun kami khawatir justru ini nanti akan melemahkan, maka kami berharap para pemuda bisa menjadi nasabah,” katanya.

Sementara Dewan Pengawas Syariah BMT Binafitya, Edi Susanto pada tausiyahnya di kesempatan yang sama mengingatkan para pengurus BMT untuk bersabar dalam berjuang mengikis riba di tengah masyarakat.

“Kita sekarang kesulitan mendapatkan makanan halal karena riba sudah masuk ke dapur kita, maka diperlukan kesabaran untuk memberantas riba ini,” katanya.

Adanya BMT diharapkan bisa dimanfaatkan untuk menopang kebutuhan hidup bersama umat Islam. Namun juga perlu kehati-hatian dari jerat mereka yang hendak melemahkan upaya ini dengan menimbulkan stigma negatif tentang BMT.

“Sekarang banyak yang mengatasnamakan syariah, tapi akhirnya bermasalah, banyak BMT yang begitu, nah ini kan upaya menimbulkan citra negatif BMT sebagai lembaga keuangan yang berusaha menghilangkan riba. Maka jalan saja terus, bersabar, jangan terpengaruh, berjalan sesuai kemampuan,” ujarnya.

BMT Binafitya merupakan produk dari Konferensi Pemuda Jama’ah Muslimin (Hizbullah) yang diluncurkan sejak 20-22 Juli 2011 lalu, sebagai upaya memberdayakan ekonomi pemuda serta mengikis jerat riba yang sudah menjalar di semua lini kehidupan umat Islam. (L/K08/P4).

Mi’raj Islamic News Agency (MINA)

Leave A Comment